Motor Antik di Pematang Siantar PDF Cetak E-mail
Nusantara
Kamis, 05 November 2009 08:00

Becak dengan tenaga kuda. Mungkin itu bisa disematkan pada becak di daerah Pematang Siantar, Sumatera Utara. Sebab becak ini bukan sembarang becak, tapi kendaraan seperti becak yang nempel di pinggir ditarik dengan kendaraan sisa Perang Dunia II. Becak bermesin di kota ini berbeda dengan becak bermesin di tempat mana pun. Sepeda motor yang digunakan rata-rata merupakan bekas tunggangan pasukan sekutu di PD II, bermerek BSA.

BSA merupakan kependekan The Birmingham Small Arms Company. Perusahaan ini awalnya didirikan untuk menyuplai persenjataan tentara Inggris selama Perang Crimean (1853- 1856). Setelah perang usai, BSA terus mengembangkan produknya. Selama PD II, BSA menjadi salah satu pemasok utama kendaraan militer untuk tentara Inggris. Pada masa itu, mereka memproduksi 126.000 sepeda motor tipe M20 berkapasitas mesin 500 cc. Sepeda motor yang pertama kali dibuat tahun 1941 inilah yang ikut dibawa pasukan sekutu ke Pematang Siantar pascapendudukan Jepang di Indonesia. Produk BSA di Pematang Siantar sebenarnya tak hanya yang dimiliki tentara sekutu, tetapi juga pengusaha partikelir pemilik perkebunan di sekitar kota hingga bekas administratur pemerintah Hindia Belanda. Setelah kepergian sekutu dan nasionalisasi perusahaan asing di Indonesia, ratusan sepeda motor BSA di Pematang Siantar ditinggalkan begitu saja, termasuk milik tentara Inggris. Sebagian pengusaha perkebunan Belanda dan Eropa lainnya berbaik hati memberikannya ke penduduk pribumi bekas pegawai mereka.

Riwayat sepeda motor BSA tak akan berubah seandainya tak ada ide Pahala Siahaan mendatangkan becak mesin dari Medan sebagai alat transportasi di Pematang Siantar selain sado pada tahun 1956. Waktu itu, Pahala membawa becak bermesin sepeda motor merek KK buatan Jerman. Apa yang dilakukan Pahala diikuti beberapa orang Pematang Siantar lainnya.

Menurut Kartiman (67) atau yang biasa dikenal dengan nama Mbah Lanang, topografis Kota Pematang Siantar yang berbukit-bukit mengharuskan becak ditarik sepeda motor berkapasitas mesin besar. Terletak di punggung bukit, sekitar 45 kilometer dari Danau Toba, jalanan Kota Pematang Siantar memang naik turun.

Paling Cocok
Pada akhir tahun 1950-an, setelah melihat banyaknya sepeda motor rongsokan BSA yang tak terpakai di berbagai sudut kota, penduduk mulai berpikir memanfaatkannya sebagai mesin penarik becak. "Awalnya sekitar 20 hingga 30 orang, beberapa orang di antaranya veteran pejuang kemerdekaan. Mereka berkumpul sambil membicarakan kemungkinan memanfaatkan sepeda motor peninggalan perang untuk dijadikan becak," ujar Mbah Lanang.
Bukan hanya BSA, tetapi sepeda motor old fashion lainnya, seperti Norton, Triumph, BMW, hingga Harley Davidson, juga ada. Para pionir becak siantar, seperti Mbah Lanang, Mbah Sari, Muhammad Rohim, dan Tikno, mencoba segala jenis sepeda motor itu untuk dijadikan becak. Percobaan selama dua tahun (1858-1959) sampai pada kesimpulan, BSA-lah yang paling cocok.
"Norton sebenarnya juga kuat untuk medan seperti Kota Pematang Siantar ini. Namun, Norton enggak efisien soal bahan bakar," ujar Mbah Lanang.

Selain hemat bahan bakar, menurut Ketua BSA Owner Motocycles Siantar (BOM’S)—organisasi yang mewadahi pengemudi becak siantar—Kusma Erizal Ginting, suku cadang BSA sangat mudah ditiru. BSA juga bisa menerima onderdil dari sepeda motor lain. "Untuk karburator misalnya, karburator BSA bisa diganti punya RX King atau Honda CB," katanya.
Efisien dalam soal sparepart menjadi sangat penting karena pabrik BSA sejak 1972 sudah ditutup dan tak lagi berproduksi, seiring dengan kebakaran besar yang melanda pabrik mereka.

Mbah Lanang menuturkan, keberhasilan para pionir becak siantar mengoperasikan kembali sepeda motor BSA menggerakkan penduduk Pematang Siantar mencari sepeda motor ini ke berbagai daerah. Tujuannya hanya satu, dijadikan becak. "Kebetulan dulu saya bekerja di bengkel sepeda motor, jadi tahu cara kerjanya BSA," ujar Muhammad Rohim (67).
Keberhasilan para pionir ini benar-benar mengilhami penduduk Kota Pematang Siantar untuk mencari sepeda motor BSA hingga ke berbagai pelosok Tanah Air. "Semua sudah didatangi, di Sumatera Utara ini, hampir semua daerah pernah saya datangi untuk mencari BSA. Mulai dari Medan, Asahan, Deli Serdang, hingga Rantau Prapat. Setelah di Sumatera Utara semua BSA sudah habis, kami cari hingga ke Riau. Sekitar tahun 1980-an kami mulai mencari hingga ke luar Pulau Sumatera, dari Jawa sampai Sulawesi," tutur Mbah Lanang.
Sampai akhirnya selama periode 1980-1990 di Pematang Siantar ada sekitar 2.000 unit becak bermesin BSA. "Mungkin kota kamilah satu-satunya di dunia yang masih mengoperasikan sepeda motor BSA dalam jumlah besar," kata Erizal.
Menurut pengakuan pengemudi becak siantar lainnya, Ahmad Syafii, dulu setiap pekan, mereka selalu merencanakan berpesiar ke Danau Toba bersama keluarga sambil menaiki kendaraan andalannya itu. Bisa dikatakan menjadi penarik becak siantar merupakan pekerjaan yang menjanjikan. Anak-anak pun bisa disekolahkan hingga ke tingkat perguruan tinggi.Keberhasilan penarik becak siantar ini ditopang oleh kerja para mekanik dan pemilik bengkel yang bisa dianggap sebagai maestro untuk urusan sepeda motor BSA. Di Pematang Siantar, menurut Erizal, ada lima bengkel dan dua orang yang dianggap berjasa terus melestarikan becak siantar.Bengkel Handayani, bengkel milik Syafii Leo, bengkel Rahayu, bengkel milik Mbah Sari, dan bengkel bubut milik Rohim. Dua lainnya adalah bengkel khusus dinamo BSA milik Tikno dan bengkel milik Yadi di daerah Karangsari. "Mereka-mereka ini bisa dibilang bukan lagi pekerja bengkel, tetapi seniman ukir besi. Bagaimana tidak, BSA sudah tak lagi memproduksi sparepart motor bikinannya sejak lama. Namun di tangan orang-orang ini, sepeda motor BSA bisa bertahan di Pematang Siantar," kata Erizal.

Namun, lama-kelamaan keberhasilan Pematang Siantar melestarikan sepeda motor lama peninggalan perang ini justru membuat banyak orang tertarik berburu BSA di sini. Mulailah berdatangan kolektor dari luar kota Pematang Siantar hingga kolektor dari luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan Australia.
"Dulu kami pernah mendatangkan 50 BSA bekas tentara Inggris di Singapura. Sekarang mereka malah balik berburu BSA ke sini," ujar Erizal. Dari sekitar 2.000 unit BSA pada tahun 1990-an, sekarang, menurut Erizal, yang tersisa di kotanya tinggal 850 unit. Sekitar 600 unit di antaranya dioperasikan sebagai becak mesin.

Menurut Erizal, tak banyak tindakan Pemerintah Kota Pematang Siantar menghadapi ancaman hilangnya ratusan sepeda motor tua dari kota mereka. Kalaupun ada sifatnya hanya individu kepala daerah. "Banyak orang asing yang mencari BSA di sini. Mereka membelinya dari mulai Rp 1 juta-Rp 50 juta. Bahkan kalau ada yang terawat harganya berkisar Rp 25 juta-Rp 100 juta," ujarnya.
Erizal menilai, becak siantar bukan lagi hanya sekadar kendaraan pengangkut penumpang di kota yang berada pada punggung bukit ini, melainkan menjadi saksi perjalanan sejarah kota dan telah jadi ikon Pematang Siantar. "Jika ada orang luar bicara tentang kota ini, sudah pasti yang mereka kenal adalah becaknya," kata Erizal.

Sekarang, jika ingin menikmati kendaraan sisa PD II sambil menikmati keasrian Kota Pematang Siantar, sebelum melanjutkan perjalanan ke Danau Toba, Anda bisa menikmatinya dengan naik becak siantar.

(tim adangdaradjatun.com / boms-bikers)


AddThis
Comments
Add New Search
giyanto 2012-03-11 06:12:29

wah bagus banget berooooooooooo
anak siantar banget
wyler pakpahan 2011-04-13 10:53:44

pertahankan bsa atau becak siantar antik
bsa
Fahrizal Arif 2010-08-22 07:49:55

Memang seharusnya ada perhatian para petinggi pemko Pematangsiantar tentang beca bsa yg tlh menjadi ikon kota Pms yg tercinta ini. Jangan sampai satu demi satu hilang dikirim keluar daerah.
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Berita

Serap Aspirasi Masyarakat Jakarta Barat

Jumat, 19 Desember 2014

News image

Anggota Komisi VI DPR RI Adang Daradjatun melaksanakan Acara Menyerap Aspirasi Masyarakat dalam masa reses DPR RI 2014 bersama pedagang dan anggota koperasi se Jakarta Barat di Saung Kuring Slipi ...

Serap Aspirasi Masyarakat Jakarta Utara

Rabu, 17 Desember 2014

News image

Anggota Komisi VI DPR RI Adang Daradjatun melaksanakan Acara Menyerap Aspirasi Masyarakat dalam masa reses DPR RI 2014 ke Kelurahan Kamal Muara Kec. Penjaringan Kodya Jakarta Utara (17 Desember 2014).Kegiatan in...

Reses di Pertamina region III

Selasa, 16 Desember 2014

News image

Anggota Komisi VI DPR RI Adang Daradjatun melaksanakan Kunjungan dalam masa reses DPR RI 2014 ke Kantor Pertamina Region III Jakarta, Jabar dan Banten di Jakarta (16 Desember 2014). Kegiatan ini di...

Reses di Pelabuhan Tanjung Priok (Pelindo)

Senin, 15 Desember 2014

News image

Anggota Komisi VI DPR RI Adang Daradjatun melaksanakan Kunjungan dalam masa reses DPR RI 2014 ke Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta (15 Desember 2014). Kedatangan Adang Daradjatun disambut oleh Ari, Dirut Pelabuhan Ta...

Adang Daradjatun menghadiri acara pemberian Bonus kepada Atlet yang berprestasi

Jumat, 28 November 2014

News image

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Binaraga dan Angkat Berat (PB PABBSI) Adang Daradjatun menghadiri acara pemberian Bonus kepada Atlet yang berprestasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Imam Na...

Adang Beri Santunan Yatim Piatu

Jumat, 21 November 2014

News image

Adang Daradjatun, Tuza Daradjatun dan Kolega mengadakan acara Santunan Yatim Piatu di Masjid Nurdaradjatun Cilincing Jakarta Utara pada 21 November 2014. Anak-anak yatim yang bersekolah di sekitar Cilincing menghadiri bersama wa...

Senam bersama Remaja Kebayoran 60an dan Indonesia Segar di Taman Langsat

Minggu, 12 Oktober 2014

News image

Adang Daradjatun sebagai Ketua Remaja Kebayoran 60an mengadakan senam bersama di Taman Langsat (12 Oktober 2014). Kegiatan saat ini bekerjasama dengan Indonesia Segar yang didukung dengan Coca Cola. Senam Indonesia ...

Meninjau pelatihan dan persiapan Atlet PABBSI

Sabtu, 13 September 2014

News image

Ketua Umum PABBSI Adang Daradjatun menghadiri latihan dan persiapan atlet Angkas Besi, Angkat Berat dan Binaraga dalam pertandingan selanjutnya. Kegiatan dilakukan di Pintu Kuning Stadiun Gelora Bung Karno Jakarta pada ...

Rapat Uji Kelayakan calon Hakim Agung

Kamis, 11 September 2014

News image

Adang Daradjatun menghadiri rapat Komisi III DPR RI dengan agenda Rapat Uji Kelayakan terhadap calon Hakim Agung, dipimpin oleh Al Muzammil Yusuf Wakil Ketua Komisi III ...

Rapat dengan Perhimpunan Advokat Indonesia

Senin, 8 September 2014

News image

Adang Daradjatun rapat dengar pendapat dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) terkait UU Advokat. Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Umum DPP Peradi, Otto Hasibuan saat beraudiensi dengan Fraksi PKS, juga ...

Menghadiri Rapat DPR bersama Komisi Yudisial

Senin, 1 September 2014

News image

Adang Daradjatun menghadiri Rapat Komisi III DPR RI dengan agenda rapat konsultasi dengan Komisi Yudisial (KY) membahas sejumlah temuan terkait proses seleksi calon hakim agung pada hari Senin (1 September 20...

Halal Bihalal dan Reuni Alumni Boedoet di Jakarta

Minggu, 31 Agustus 2014

News image

Halal Bihalal para Alumni SMAN 1 Budi Oetomo (Boedoet) di Persada Halim Jakarta pada 31 Agustus 2014. Acara ini dihadiri sekitar 500an alumni dari angkatan 65 hingga 69/70. Kegembiraan silaturahim ...

Upacara 17 Agustus 2014 bersama Warga Cipete Jakarta

Minggu, 17 Agustus 2014

News image

Anggota Komisi III DPR dan Mantan Wakapolri Komjen Polisi Drs. H. Adang Daradjatun dan keluarga mengadakan upacara bendera menyambut hari kemerdekaan RI yang ke 69 di Cipete Jakarta Selatan pada 17...

Foto bersama Anggota Fraksi PKS DPR RI

Jumat, 15 Agustus 2014

News image

Anggota Komisi III DPR RI Adang Daradjatun foto bersama anggota Fraksi PKS DPR RI di depan Gedung DPR/MPR RI Senayan pada tanggal 15 Agustus 2014.   Berikut foto-foto lainnya dapat dilihat, ...

Halal Bihalal Remaja Kebayoran 60an 10 Agustus 2014

Minggu, 10 Agustus 2014

News image

Adang Daradjatun bersama Istri tercinta Nunun Nurbaiti bersama Remaja Kebayoran 60an (RK60an) mengadakan Silaturahim dan Halal Bihalal di Taman Lansat Jakarta pada 10 Agustus 2014. Kegiatan silaturahim yang diselenggarakan oleh para se...