Rapat Dengar Pendapat dengan PT Semen Baturaja, PT Timah dan PT Bukit Asam Cetak E-mail
Berita Utama
Selasa, 15 Maret 2016 10:00

Komisi VI DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media dengan tiga BUMN yaitu:

· PT. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero)

· PT. Timah (Persero)

· PT. Semen Baturaja (Persero)

membahas kinerja dari ketiga BUMN dan perkembangan usaha serta kendala yang dihadapi dari masing-masing BUMN. RDP diadakan pada hari Selasa 15 Maret 2016, dimulai pukul 10.00 WIB.

Diawal pemaparannya PT. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) menyampaikan mengenai angka perkiraan cadangan batubara dunia, yaitu : total cadangan batubara dunia adalah 891 milliar ton, sedang total cadangan Indonesia  3,4%  dari cadangan dunia. Jika terus ditambang dari cadangan yang ada saat ini diperkirakan akan habis dalam 61 tahun yang akan datang. Dilanjutkan pemaparan Kinerja 10 tahun terakhir yang telah dicapai oleh BUMN sector pertambangan ini. Kendala penurunan kinerja keuangan semata-mata disebabkan harga komoditas batubara dunia tinggal sekitar 1/3 harga yang biasanya.

PT. Timah (Persero) menyampaikan kesulitan yang dihadapi terutama dengan banyaknya penambang illegal yang beroperasi di wilayah Indonesia. Dikatakan pemerintah saat ini telah melakukan tindakan yang mengurangi secara signifikan penambangan illegal dengan dibuatnya Permendag mengenai tataniaga timah pada Bulan November 2015, mengurangi penjualan timah illegal adalah salah satu caranya adalah perdagangan timah harus melalui pusat, melarang penjualan kecuali dalam bentuk batangan dan pembatasan izin lainnya. Dinyatakan juga Presiden Jokowi memiliki keyakinan, jika tataniaga berhasil, suatu saat Indonesia dapat menjadi penentu harga Timah.

PT. Semen Baturaja (Persero) dalam pemaparan menyampaikan capaian kinerja yang juga sangat baik. Selain dari itu, PT. Semen Baturaja meminta bantuan Komisi VI DPR RI dalam mengatasi hambatan-hambatan yang dirasakan sangat menyulitkan pengembangan usaha PT. Semen Baturaja, yaitu :

· Persaingan yang berat, dikarenakan produksi nasional mencapai 92 juta ton, sedang permintaan pasar domestic 65 juta ton.

· Ketidak stabilan pasokan daya listrik dari PLN

· Infrastruktur jalan kurang memadai untuk mendukung distribusi produk.

 

Setelah penyampaian kinerja secara pokok, dan dilakukan tanya jawab, Konisi VI DPR RI tidak membuat kesimpulan, dikarenakan menunggu kelengkapan data yang diminta Komisi VI DPR RI dan jawaban tertulis atas pertanyaan-pertanyaan Komisi VI yang tidak dapat dijawab secara verbal. (18/03/2016. TGN)


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Dirgahayu Republik Indonesia ke-72 Tahun

News image

Dirgahayu Republik Indonesia ke-72 Tahun, Dirgahayu Indonesiaku, Menjaga Rumah Indonesia. Indonesia Kerja Bersama, dengan semangat gotong royong untuk...

Kamis, 17 Agustus 2017

Adang Daradjatun Mengadakan Kunjungan ke Masjid Manba’ul Chaerat, Jakarta B

News image

BUMN memiliki dua tanggung jawab besar. Pertama untuk meningkatkan profit dalam rangka meningkatkan kesejahteraan negara. Kedua, yang kaitannya deng...

Senin, 14 Agustus 2017

Acara pembukaan Bimtek Produksi dan Kewirausahaan Kemenperin

News image

Bpk. Drs. H. Adang Daradjatun membuka acara Bimbingan Teknis Produksi dan Kewirausahaan bagi IKM Kendaraan Bermotor Roda Dua, Konveksi, Olahan Kue K...

Senin, 7 Agustus 2017

next
prev