RDPU Komisi VI dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Cetak E-mail
Berita Utama
Senin, 19 September 2016 22:00

Pada hari senin (19 September 2016) jam 10..00 WIB, Komisi VI DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) yang diwakili oleh :

  1. Ketua Komite Tetap Asia Pasifik Kadin Indonesia, Bapak Bernardino M. Vega
  2. Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Kerjasama Perdagangan Internasional, Ibu Ratna Sari Loppies

Dalam RDPU kali ini Komisi VI DPR RI meminta masukan dari KADIN perihal rencana ratifikasi perjanjian perdangangan internasional yaitu :

  1. Protokol perubahan pertama terhadap persetujuan pembentukan kawasan perdagangan bebas Asean-Australia-Selandia Baru.
  2. Persetujuan mengenai perdagangan jasa dalam persetujuan kerangka kerja sama ekonomi menyeluruh antara asosiasi bangsa-bangsa Asia Tenggara dan Republik India.
  3. Persetujuan ASEAN mengenai petunjuk alat kesehatan.
  4. Protokol perubahan ketiga terhadap persetujuan perdagangan barang dibawah persetujuan kerangka kerja sama ekonomi komprehensif diantara pemerintah negara-negara anggota asosiasi bangsa-bangsa Asia Tenggara dan Republik Korea.
  5. Protokol perubahan terhadap persetujuan kerangka kerja mengenaikerja sama ekonomi komprehensif diantara negara-negara anggota asosiasi bangsa-bangsa Asia Tenggara dan Republik Rakyat Tiongkok.
  6. Protokol untuk melaksanakan komitmen paket kesembilan dalam persetujuan kerangka kerja ASEAN di bidang jasa.

Dalam sesi presentasi KADIN menyampaikan optimisme atas data yang mereka kumpulkan dan mengungkapkan beberapa Mitor versus Fakta Mengenai Indonesia dan ASEAN, diantaranya :

 

No.

Mitos

Fakta

1

Ekonomi Indonesia tidak Stabil

Indonesia Memiliki volatilitas terendah dalam pertumbuhan ekonomi diantara Ekonomi Besar

2

Pertumbuhan ekonomi hanya berpusat di Jakarta/Pulau Jawa

90% pertumbuhan kota tercepat ada di luar Jawa

3

Pertumbuhan terutama dari penambahan angkatan kerja

54% dari pertumbuhan GDP digerakan oleh kenaikan produktifitas

4

Inflasi ASEAN tinggi

Inflasi ASEAN termasuk rendah, yaitu hanya 2,8%

5

Nilai Hutang terhadap GDP ASEAN tinggi

Nilai Hutang terhadap GDP ASEAN rendah, bahkan dibanding Jepang, Amerika, Prancis, Inggris & Jerman

 

Penjelasan ini tentunya akan dapat memberikan semangat positif bagi Rakyat Indonesia, jika informasi ini juga disampaikan ditengah-tengah banyaknya berita negatif yang banyak beredar di media.

Dalam sesi pendalaman Bpk. Drs. H. Adang Daradjatun meminta kepada KADIN agar memberikan masukan yang lebih tajam dan lebih kongkrit atas keenam perjanjian yang akan diratifikasi. Selain itu meminta kajian atas keuntungan dan kerugian jika pemerintah meratifikasi perjanjian-perjanjian ini. (21/09/2016.TGN)

Berikut foto kegiatan lainnya.


AddThis
 

Peringatan Isra’ Mi’raj di Masjid Al Barkah, Kapuk Jakarta Barat

News image

Masjid Al Barkah yang berlokasi di Jl. Melati Indah III, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat melaksanakan acara Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad S...

Sabtu, 14 April 2018

Adang Daradjatun Buka Musda III PDDI DKI Jakarta

News image

Kegiatan Donor Darah merupakan aktivitas yang memiliki nilai sosial kemanusiaan dan dapat melestarikan semangat kesetiakawanan sosial terhadap sesam...

Sabtu, 14 April 2018

Adang Daradjatun Buka Pelatihan Kewirausahaan Kementerian Koperasi

News image

Bertempat di Hotel Cabin, Jl.  Yos Sudarso, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Bpk. Drs H. Adang Daradjatun membuka Pelatihan Kewirausahaan ...

Selasa, 10 April 2018

next
prev