Membangun Ki Sunda, Bammus Gelar Sosialisasi Cetak
Bammus sunda
Senin, 03 Agustus 2009 08:02
Bandung - Sebagai upaya membangun Ki Sunda, Badan Musyawarah Masyarakat Sunda (Bammus) berencana melakukan berbagai kegiatan untuk menyosialisasikan persepsi serta visi dan misi. Sebagai langkah awal, sosialisasi akan dilakukan terhadap seluruh organisasi kesundaan di Jawa Barat dan wakil rakyat Jabar di pusat serta provinsi.

Demikian dikatakan Ketua Bammus Pusat Adang Daradjatun, seusai Rapat Koordinasi Bammus di Hotel Savoy Homann, Jln. Asia Afrika, Bandung, Sabtu (1/8). Rapat tersebut dihadiri sejumlah pengurus dan tokoh Bammus dari berbagai daerah.

Adang mengungkapkan, hingga saat ini, masih terdapat beragam persepsi mengenai Bammus. Selain itu, masih banyak yang tidak mengerti visi dan misi Bammus itu sendiri. "Pemahaman mengenai Bammus masih cukup warna-warni. Oleh karena itu, pada pertemuan kali ini kami memutuskan untuk melakukan sosialisasi," ujarnya.

Mantan Wakapolri ini berharap, melalui sosialiasi yang dilakukan tersebut dapat membangun Ki Sunda seperti yang diinginkan. Selain itu, untuk mendorong agar Sunda mulai terlihat peranannya, baik di tingkat nasional maupun daerah dalam konteks yang nyata.

Momentum 2014

Sementara itu, dalam Silaturahmi dan Syukuran Pemilu Damai 2009 yang diselenggarakan di Hotel Grand Pasundan, Minggu (2/8), tercetus keinginan supaya masyarakat Sunda mempersiapkan pemimpin masa depan. Masyarakat Sunda harus memanfaatkan peluang dan momentum pada 2014. Acara syukuran digelar Komunitas Babarengan Bebenah Bangsa (KBBB), Barisan Indonesia Raya (Barindo), dan Koalisi Kerakyatan. Hadir dalam acara tersebut, mantan Wakil Gubernur Jabar Aboeng Koesman, mantan Wakapolri Adang Daradjatun, mantan aktivis Jumhur Hidayat, penasihat KBBB Herman Afif dan Iwan Sulandjana.

Herman Afif menilai, kebersamaan sangat penting dalam nanjeurkeun (menegakkan) harkat martabat Sunda dan bangsa Indonesia. "Setelah pemilihan presiden lallu, mari kita bersatu kembali untuk membangun bangsa dan martabat kita. Kita harus mempersiapkan pemimpin untuk masa depan," ujar Herman.

Sedangkan Iwan Sulandjana mengingatkan tentang uga (ramalan-red.) yang mengatakan, sudah waktunya urang Sunda jadi pemimpin nasional. "Tetapi, jangan bersikap kontraproduktif dengan mengajukan nama-nama secara tertulis pada presiden terpilih. Melalui harewos saja," kata Iwan

Sedangkan Adang menyarankan agar Bammus menjadi wadah koordinasi dalam menyiapkan pemimpin di semua level. "Tentunya dengan treatment yang terencana," ujarnya. (Pikiran Rakyat)

(tim adangdaradjatun.com)
AddThis