Relawan Oranye PDF Cetak E-mail
Relawan Oranye
Senin, 13 April 2009 07:17

 

LATAR BELAKANG

Di penghujung tahun 2006, tepatnya Bulan november, beberapa individu warga DKI Jakarta berkumpul dalam sebuah forum kecil. Dalam obrolan ringan itu, banyak persoalan yang dibicarakan, mulai soal kemacetan dan transportasi di Jakarta, penanganan sampah dan lingkungan, warga miskin kota, banjir yang masih menghantui serta berbagai soal lainnya. Dalam perbincangan itulah muncul gagasan perlunya komitmen perubahan dari berbagai elemen warga DKI Jakarta untuk membenahi kota Jakarta tercinta ini. Serangkaian pertemuan terus dilakukan dan berakhir  pada perlunya dibentuk komunitas warga Jakarta yang peduli (concerned society) terhadap persoalan Jakarta. Di awal tahun 2007, Istilah Relawan Oranye pun kemudian disepakati sebagai identitas kelompok ini. Penggunaan warna "Oranye" sebagai  identitas bukan tanpa alasan. Saat itu, forum menyepakati bahwa warna khas dan identik dengan DKI Jakarta adalah warna oranye. Kebetulan dari segi estetika dan tren warna Oranye memang sedangin

Sejak awal, para penggagas Relawan Oranye mendasarkan komitmen gerakan ini pada program sosial dan kepedulian. Tak heran, ketika Jakarta dilanda bencana Banjir bulan februari 2007 lalu, Relawan Oranye termasuk salah satu elemen warga yang paling getol dan aktif bergerak membantu warga korban banjir di beberapa wilayah di Jakarta. Dalam perkembangan selanjutnya, Relawan Oranye mengalami pergerakan yang sangat dinamis, terutama dalam menghadapi proses pemilihan Gubernur DKI tahun 2007 lalu. Mengingat komitmen dasar dari Relawan Oranye adalah perubahan, maka afiliasi politik Relawan Oranye pada pilgub dengan tegas mendukung pasangan Adang Daradjatun dan Dani Anwar. Dalam pandangan Relawan Oranye, Bang Adang adalah pribadi unggul dan ideal untuk memimpin Kota Jakarta. Gayungpun bersambut, Bang Adang secara aktif juga bersedia menjadi pembina utama Relawan Oranye ini sampai hari ini.

Sejak saat itulah--awal tahun 2007, praktis Relawan Oranye tidak hanya bergerak dalam kegiatan sosial-kepedulian terhadap masyarakat namun juga turut serta secara aktif melakukan penggalangan basis suara untuk pemenangan Bang Adang. Relawan Oranye menjadi sayap dan motor pemenangan Bang Adang selain motor utamanya yaitu PKS. Respon dari masyarakat luas sangat positif dan fenomenal. Sampai bulan Agustus  2007, anggota terdaftar dan memiliki kartu anggota tercatat mencapai 200.000 orang. Tidak hanya itu, kombinasi antara soliditas tim dan anggota, strategi gerakan lapangan, penguatan strategi media, penetrasi basis massa nampaknya menorehkan sejarah penting dan fenomenal; pasangan Adang -Dani memperoleh suara melebihi prediksi banyak kalangan yaitu 43 %. Tentu saja perolehan suara tersebut tidak bisa dilepaskan dari kiprah dan peran Relawan Oranye sebagaimana di-amini oleh  banyak kalangan termasuk partai pengusung-PKS, dan media.

Uniknya lagi, meski pasangan Bang Adang-Dani  gagal dalam kontestasi Pilgub DKI Jakarta, gerakan Relawan Oranye tidak serta merta berhenti. Relawan Oranye kembali pada khittah-nya sebagai gerakan kepedulian sosial. Saat ini, tahun 2009, eksistensi Relawan Oranye tetap terjaga. Komitmen Relawan Oranye terhadap gerakan kepedulian sosial masih tetap kukuh dan makin menguat. Berbagai kegiatan sosial kian intensif dilakukan. Para aktifis, anggota dan simpatisan Relawan Oranye pun hingga kini masih tetap loyal dan terus berkiprah secara aktif di beberapa wilayah DKI Jakarta. Bahkan kini kiprah dan gerakannya semakin terkelola dengan baik. Saat ini Relawan Oranye telah memiliki Tim Medis, Ambulance serta Tim Taskforce untuk bantuan korban bencana di DKI Jakarta.

Siapa di Balik Relawan Oranye ?

Eksistensi dan kiprah Relawan Oranye tidak dapat dilepaskan dari kinerja dan komitmen para penggagasnya. Para penggagas komunitas Relawan Oranye ini pada periode awal pembentukannya, diantaranya; Mauriza"Agan" Danubrata, Saleh Ali bin Abdat, Augie Bunyamin, juga Yusuf Rizal-aktifis dan founder LIRA--. Para tokoh inilah, terutama Agan Danubrata, Saleh Ali dan Augie Bunyamin,  yang menjadi motor gerakan Relawan Oranye  hingga saat ini. Dalam perjalanannya, banyak pihak yang juga turut bergabung dan terlibat aktif dalam Relawan Oranye ini-untuk menyebut beberapa nama-diantaranya; Barkah, Taufik, Chandra Rajasa, Djaka Badranaya, Bu Uty Kadir, Om Kadir, Bu Rietje, Bu Jenny, Bu Nanda dan masih banyak aktifis Relawan Oranye yang lainnya. Terutama para pengurus Relawan Oranye tingkat Wilayah di  DKI Jakarta.

Kegiatan Relawan Oranye

Secara garis besar, sesuai dengan komitmen awal pembentukan Relawan Oranye, kegiatan Relawan Oranye banyak ditujukan pada program yang berbasis kepedulian dan bersifat crash program seperti Bantuan Korban Banjir dan Kebakaran, Bakti Sosial dan layanan kesehatan, Fogging wilayah kumuh, Pasar sembako murah dan program sosial lainnya.


AddThis
 

Drg. Mariani, Bakti Sosial RS Setia Mitra untuk Kesejahteraan Rakyat

News image

Jakarta - Di sela-sela Bakti Sosial Rumah Sakit Setia Mitra dan Tim Relawan Oranye kemarin (3/7/2010), di blok Empang Penjaringan Jakarta Utara,...

Senin, 5 Juli 2010

Nerawati Gembira dengan Bakti Sosial bersama RO

News image

Jakarta - Nera, begitu biasa dipanggil. Wajahnya cerah ketika membagikan makanan buat anak-anak.  Suasana Penjaringan yang kumuh, tidak me...

Minggu, 4 Juli 2010

Beginilah, rumahku di Penjaringan

News image

Jakarta - Gembira ria tak lepas dari anak-anak. Tiga anak itu berpose di depan rumahnya. Rumah kayu triplek beratap asbes. Lantai dari tanah. Di...

Minggu, 4 Juli 2010

next
prev